dailymotion-domain-verification=dmyc1lo0w53lx8ljy

Tuesday, April 10, 2012

PERMODELAN SISTEM_TEKNIK INDUSTRI

anyone, expecially industrial engginering students, if you needs some referension just klik this link PERMODELAN SISTEM

PROPOSAL PENGARUH PEMBERIAN PASI TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA O-12 BULAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Republik Indonesia adalah negara yang memiliki tujuan nasional dan cita-cita luhur yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu dipersiapkan secara dini sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas (Muchtadi, 2002). Anak merupakan aset masa depan yang akan melanjutkan pembangunan di suatu negara. Masa perkembangan tercepat dalam kehidupan anak terjadi pada masa balita. Masa balita merupakan masa yang paling rentan terhadap serangan penyakit. Terjadinya gangguan kesehatan pada masa tersebut, dapat berakibat negatif bagi pertumbuhan anak itu seumur hidupnya (Soetjiningsih, 1995). Penyakit yang masih perlu diwaspadai menyerang balita adalah diare (Widjaja, 2003) Kesehatan balita merupakan hal yang sangat penting, karena dapat mempengaruhi kesehatan anak pada usia selanjutnya, yang merupakan generasi penerus bangsa. Balita merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, utamanya penyakit infeksi (Notoatmodjo S, 2004). Salah satu penyakit infeksi pada balita adalah diare dan ISPA. Diare lebih dominan menyerang balita karena daya tahan tubuh balita yang masih lemah sehingga balita sangat rentan terhadap penyebaran virus penyebab diare. Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian balita (bayi dibawah lima tahun) terbesar di dunia. Menurut UNICEF, setiap detik satu balita meninggal karena karena diare. (Ridwan Amiruddin, 2007). Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita, serta seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Di Indonesia sekitar 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Penyakit diare di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat tetapi insiden diare infeksi tetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan. Hasil survei Program Pemberantasan (P2) diare di Indonesia menyebutkan bahwa angka kesakitan diare di Indonesia pada tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk dengan episode diare balita adalah 1,0 – 1,5 kali pertahun. Tahun 2003 angka kesakitan penyakit ini meningkat menjadi 374 per 1000 penduduk dan merupakan penyakit dengan frekuensi KLB kedua tertinggi setelah DBD. Survei Departemen Kesehatan (2003), penyakit diare menjadi penyebab kematian nomor dua pada balita, nomor tiga pada bayi dan nomor lima pada semua umur. Kejadian diare pada golongan balita secara proposional lebih banyak dibandingkan kejadian diare pada seluruh golongan umur yakni sebesar 55%. Indikator AKB terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial-ekonomi, lingkungan tempat tinggal dan kesehatannya. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995, penyebab utama kematian bayi adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), komplikasi perinatal dan diare. Gabungan ketiga penyebab ini memberi andil 75% kematian bayi. Berdasarkan data BPS, AKB Jawa Timur tahun 2005-2010 turun dari 36.65 (tahun 2005) menjadi 29.99 per 1.000 kelahiran hidup (tahun2010 (http://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/1321926974_Profil_Kesehatan_Provinsi_Jawa_Timur_2010.pd) Dari hasil SDKI 2002-2003 diketahui proporsi diare anak balita yaitu laki-laki 10.8% dan perempuan 11.2%, sementara berdasarkan umur prevalensi tertinggi di usia 6-11 bulan (19,4%) dan 12-23 bulan (14,8%). Pada tahun 2010 jumlah penderita diare di Jawa Timur mencapai 1.063.949 kasus dengan 37,94% (403.611 kasus) diantaranya balita. (www.dinkes.jatimprov.go.id) Data yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo sendiri jumlah balita penderita diare sebanyak 34.276 penderita. (Profil Kesehatan Jawa Timur 2010). Pemberian makanan tambahan pada bayi sebaiknya diberikan setelah usia bayi lebih dari enam bulan atau setelah pemberian ASI eksklusif karena pada usia tersebut kebutuhan nutrisi masih terpenuhi melalui ASI, selain itu pemberian ASI akan mengurangi faktor resiko jangka pendek seperti diare. Bayi yang lebih cepat mendapatkan makanan tambahan akan lebih rentan terhadap penyakit infeksi seperti infeksi telinga dan pernapasan, diare, resiko alergi, gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi (Arisman, 2004) Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kejadian diare akut pada balita. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor lingkungan, keadaan sosial ekonomi dan pengetahuan ibu. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang berasal dari luar dan dapat diperbaiki, sehingga dengan memperbaiki faktor resiko tersebut diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian diare pada balita (Irianto, 2000, Warouw, 2002, Asnil et al, 2003). Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jelas tentang pengaruh pemberian pasi terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah penilitian berikut “ Apakah ada pengaruh antara pemberian PASI terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui hubungan pemberian PASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.3.2 Tujuan Khusus 1.3.2.1 Untuk mengidentifikasi pemmberian PASI pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.3.2.2 Untuk mengidentifikasi kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.3.2.3 Untuk menganalisis adakah pengaruh pemmbarian PASI terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS Rohman Rohim Sidoarjo 1.4 Manfaaat penelitian 1.4.1 Bagi Institusi pendidikan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk melakksanakan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan pengaruh pemberian PASI terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan. 1.4.2 Bagi tempat Penelitian Penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu tentang pengaruh PASI terhadap kejadian diare. 1.4.3 Bagi masyarakat Dapat member informasi yang bermanfaat serta dapat menambah wawasan pada masyarakat akan bahaya PASI 1.4.4 Bagi Institusi Akademi Sebagai bahan bacaan dalam melengkapi jenis buku hasil penelitian mahasiswa di perpustakaan.